Apa itu Ekosistem ?
Sobat biomers harus paham mengenai konsep ekosistem serta komponen-komponen yang menyusunnya agar dapat lebih memahami lingkungan kita dan memperkaya pengetahuan terutama pada materi Ekosistem.
Konsep Ekosistem
Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain, serta dengan benda tak hidup di lingkungannya, membentuk ekosistem. Ekosistem merupakan salah satu bidang kajian yang dipelajari dalam cabang biologi, yaitu ekologi. Ekologi (Yunani, oikos = rumah; logy = ilmu, berasal dari kata logikos = masuk akal) adalh ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan dengan lingkungan fisik. Hal tersebut diungkapkan oleh ahli zoology Jerman, Ernst Haeckel (1866).
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relative baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologi lainnya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam hidupnya atau lingkungannya.
Para ahli ekologi mempelajari hal-hal berikut.
1.
Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk
hidup yang lain dan ke dalam
lingkungannya dan fakto-faktor yang menyebabkannya.
2.
Perubahan populasi suatu spesies pada waktu yang berbeda dan factor-faktor yang menyebabkannya.
3.
Terjadinya hubungan antarspesies (interaksi
antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Komponen yang menyusun lingkungan dapat dibedakan menjadi komponen abiotik
(benda tak hidup) dan biotik (makhluk hidup). Agar lebih dapat dimengerti, sobat biomers dapat melihat gambar dibawah ini.
Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. untuk lebih jelasnya sobat biomers dapat membaca deksripsi dibawah ini :
1. Komponen Biotik
Komponen biotik meliputi komunitas makhluk hidup. Setiap makhluk hidup dalam ekosistem menempati suatu tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup yang spesifik tersebut dikenal dengan istilah habitat (Latin, habitare = bertempat tinggal). Setiap makhluk hidup yang memiliki peran khusus di dalam habitatnya. Peran atau cara hidup yang khusus dari setiap makhluk hidup di dalam habitatnya disebut relung ekologi (nisia).
Sekelompok makhluk hidup dari spesies yang sam pada waktu yang sama disebut populasi. Misalnya, rerumputan di halaman rumah (populasi rumput) atau sekawanan sapi di lapangan (populasi sapi). Populasi dapat berubah setiap saat. Perubahan populasi dipengaruhi oleh factor kelahiran, kematian, dan migrasi. Beberapa populasi yang berbeda dari tumbuhan dan hewan yang hidup bersama di lingkungan tertentu akan membentuk komunitas. Di dalam ekosistem terdapat beberapa macam, komunitas, misalnya, komunitas kolam, komunitas hutan, dan komunitas pantai.
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik meliputi
benda-banda tak hidup.
1) Suhu
Suhu atau temperature adalah derajat energi panas. Sumber utama energi panas adalah radiasi matahari. Suhu merupakan komponen abiotik di udara, tanah, dan air. Suhu sangat diperlukan oleh setiap makhluk hidup, berkaitan dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup memerlukan enzim. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh suhu tertentu.
2) Cahaya
Cahaya merupakan
salah satu energi yang bersumber
dari radiasi matahari.
Cahaya matahari terdiri
dari beberapa macam panjang gelombang. Jenis panjang gelombang, intensitas cahaya, dan lama penyinaran cahaya matahari berperan
dalam kehidupan organisme. Misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari dengan panjang gelombang
tertentu untuk proses fotosintesis.
3) Air
Air terdiri
dari molekul-molekul H2O. air
dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Di alam, air dapat berbentuk
padat, misalnya es dan kristel es (salju),
serta berbentuk gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat siperlukan oleh makhluk hidup karena sebagian
besar tubuhnya mengandung air.
4) Kelembapan
Kelembapan
merupakan salah satu komponen abiotik di udara dan tanah. Kelembapan di udara berarti
kandungan uap air di udara, sedangkan kelembapan di tanah berarti
kandungan air dalam tanah. Kelembapan diperlukan oleh makhluk hidup agar tubuhnya tidak cepat kering
karena penguapan. Kelembapan yang
diperlukan setiap makhluk hidup berbeda- beda.
Sebagai contoh, jamur dan cacing memerlukan habitat yang sangat lembab.
5)
Udara
Udara terdiri dari
berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%), dan gas-gas lain. Nitrogen
diperlukan makhluk hidup untuk membentuk
protein. Oksigen digunakan
makhluk hidup untuk bernapas. Karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis.
6) Garam-garam Mineral
Garam-garam mineral
antara lain ion-ion nitrogen, fosfat, sulfur, kalsium, dan natrium. Komposisi garam mineral tertentu menentukan sifat
tanah dan air. Contohnya kandungan
ion-ion hydrogen menentukan tingkat keasaman,
sedangkan kandungan ion natrium dan klorida di air menentukan tingkat
salinitas (kadar garam).
Tumbuhan mengambil garam-garam mineral (unsure hara) dari tanah dan air untuk proses
fotosintesis.
7) Tanah
Tanah merupakan
hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut, dan pembusukan bahan organik. Tanah memiliki sifat,
tekstur, dan kandungan garam mineral
tertentu. Tanah yang subur sangat diperlukan
oleh organisme untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan
baik pada tanah
yang subur
8)
Topografi
Topografi artinya
tinggi rendahnya permukaan
bumi di suatu daerah. Topografi
berkaitan dengan kelembapan, cahaya, suhu, serta keadaan tanah di suatu daerah. Interaksi
berbagai factor itu membentuk lingkungan yang khas. Sebagai contoh,
keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda
dengan di derah datar. Organisme
yang hidup di derah
yang berbukit berbeda dengan di daerah datar. Topografi juga mempengaruhi penyebaran makhluk hidup.
Amati video di bawah ini agar lebih memahami komponen-komponen biotik dan abiotik.
Bagaimana, sudah pahamkan tentang apa itu ekosistem dan komponen penyusunnya?jika tidak, kamu bisa melihat artikel-artikel lain tentang ekosistem pada blog ini. terimakasih telah berkunjung.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar